Kegiatan Tanam Padi dengan MetodeĀ PM-AAS di Desa DImoro
Kamis, 23 Juli 2026, dilaksanakan Kegiatan Tanam Padi dengan Metode PM-AAS (Pertanian Modern – Advanced Agricultural System) di lahan Desa Dimoro, Kecamatan Toroh, Kabupaten Grobogan, yang dihadiri oleh Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian Bapak Andi Nur Alam Syah S.TP., M.T. didampingi oleh Direktur Alat dan Mesin Pertanian Pasca Panen Bapak Muhammad Rizal Ismail, S.P, M.Si. dan Direktur Alat dan Mesin Pertanian Pra Panen Bapak Achmad Yusuf , S.TP, M.M. Acara tersebut juga dihadiri Staf Ahli Bupati Bidang Sosial, Kemasyarakatan dan Sumberdaya Manusia Bapak Kukuh Prasetyo Rusady , S.H., M.M., Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Grobogan Bapak Wakid Mutowal, S.TP, M.Sc., Para Kepala Bidang di DInas Pertanian Kabupaten Grobogan, Camat Toroh, Serta Kepala Desa Dimoro yang diwakili oleh Sekretaris Desa Dimoro, penyuluh pertanian Kabupaten Grobogan, dan petani setempat.
Dalam kegiatan itu, para tamu meninjau langsung penerapan metode PMAAS menggunakan alat Drum Seeder untuk tanam benih langsung. Selain melihat proses tanam, rombongan juga berdialog dengan para petani mengenai peluang, tantangan, hingga kebutuhan pendampingan dalam penerapan teknologi tersebut. Kepala Dinas Pertanian Grobogan, Wakid Mutowal, mengatakan penerapan PMAAS menjadi harapan baru bagi petani Grobogan untuk mempercepat masa tanam dan meningkatkan indeks pertanaman.
Ia menjelaskan, Kabupaten Grobogan memiliki lahan sawah berkelanjutan (LP2B) seluas sekitar 82.292 hektare, yang terdiri atas sekitar 40 ribu hektare sawah irigasi teknis dan sisanya sawah tadah hujan. Menurutnya, selama ini jeda antara panen musim tanam pertama dan penanaman musim tanam kedua bisa mencapai dua bulan karena proses pengolahan lahan dan persemaian. “Dengan adanya PMAAS ini adalah harapan baru. Setelah panen tanah bisa langsung diolah, kemudian bisa langsung tanam benih langsung sehingga jarak antara panen MT1 dengan MT2 bisa cukup dua minggu,” kata Wakid.
Sementara itu, Staf Ahli Bupati Grobogan Kukuh Prasetyo Rusady menilai PMAAS menjadi inovasi penting untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas pertanian. Ia berharap pengalaman awal penerapan teknologi tersebut dapat menjadi bahan penyusunan petunjuk teknis maupun standar operasional prosedur (SOP) agar bisa diterapkan secara seragam di berbagai daerah. “Harapan kami dengan adanya PMAAS ini efisiensi dan efektivitas meningkat. Produktivitas juga semakin tinggi. Yang biasanya satu hektare menghasilkan enam ton, mudah-mudahan bisa mencapai lebih dari 8 ton,” katanya.
Sementara itu, Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian Kementerian Pertanian Andi Nur Alamsyah menegaskan bahwa inovasi seperti PMAAS menjadi bagian penting dalam menjaga swasembada pangan nasional. Menurutnya, laju alih fungsi lahan pertanian di Pulau Jawa membuat peningkatan produksi harus ditempuh melalui intensifikasi lahan dengan penerapan teknologi modern. “Hari ini kita harus memastikan swasembada pangan yang pernah kita raih bisa terus dipertahankan. Salah satu jalannya melalui inovasi seperti yang kita lakukan hari ini,” ujarnya.
Selain itu, pemerintah pusat juga melakukan realokasi anggaran untuk memperluas penerapan teknologi tersebut di berbagai daerah sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan nasional.

.png)
Comments :